Angkringan,di Yogyakarta siapa yang gak tahu angkringan. Tempat jajan favorit ini dikenal semua kalangan dan semua usia. Walaupun kaum muda dan laki-laki lebih banyak mendominasi, perempuan juga tidak jarang jajan di angkringan.
Biasanya pengunjung angkringan berbeda-beda latar belakang sesuai dimana angkringan tersebut nongkrong.
Kebanyakan angkringan ini terdiri dari sebuah gerobak yang berfungsi sebagai tempat memajang makanan, meja bagi pengunjung dan juga biasanya disitu ada "kompor" dari kayu atau anglo yang biasanya digunakan untuk memanaskan air untuk membuat teh dan kopi panas, namun tidak jarang digunakan untuk memanggangan aneka jajanan yang ditawarkan mengikuti keinginan konsumen. Seperti yang biasa saya lakukan minta untuk tempe atau gembus goreng yang saya beli untuk dihangat dengan cara dibakar.
Namun belakangan angringan ini semakin berkembang. tidak hanya sekedar nasi kucing, gorengan, wedang teh jahe dengan gerobak bangku panjang kayu diatapi terpal biru atau orange. Seperti yang saya datangi tahun 2007 lalu, sayang ketika agustus lalu saya tidak sempat mampir. Angkringan unik ini menyediakan layar lebar dan juga hotspot untuk internet. Layar lebar ini berfungsi untuk nonton bola bareng, kalo gak salah waktu itu sedang piala dunia. jangan bayangkan layar lebar seperti bioskop atau tumpukan tV seperti yang kita lihat ditelevisi namun dengan cerdik angkringan ini memanfaatkan dinding disebelah angkringan ini ditutup kain putih lebar lalu ditembakan LCD yang tersambung dengan televisi.